Minggu, 07 Februari 2010

Pembangunan Maritim Terpadu"


Pembangunan Maritim Terpadu"
catatan untuk Sail Banda 2010
Ahadar Tuhuteru
Direktur Elemen Strategis Untuk Perairan Indonesia (Estuari Institut)

kebijakan membangun peradaban pesisir dan maritim negare para raja-raja menjadi keniscayaan. agak ironis kalo Maluku yang terkenal dengan propinsi 1000-1 pulau harus disorientasi, dislokasi, disparadigma. Rohnya pembangunannya harus dikembalikan dengan menjadikan laut yang menghubungan pesisir, pulau-pulau kecil integral dalam konsep pembangungan "Maritim Terpadu. Tanpa menyampingkan pembangunan berbasis continental, namum visi di ubah dan di mulai dari laut sebagai penyatu. menjadikan laut sebagai wadahnya perekat pulau-pulau.

Menjadikan konsep pembangunan maritim terpadu sudah terbukti. Negara-negara yang dalam urutan perkapita tinggi, banyak diperoleh negara yang secara geografis ditengah lautan atau memiliki garis pantai/pesisir. negara yang populer, maju seperti jepang, Inggris, Irlandia, singafura, hongkong, taiwan, slandia baru, Bahrain, merupakan negara "archipelago". Bahkan beberapa negara yang asing di dengar seperti Seychelles dan Mauritius di Lautan Hinida, Aruba, Bahama, dan Cayman di Lautan Atlantik, Fiji, Tihiti,Hawai dan New Caledonia di Lautan Pasifik adalah negera-negara yang juga menempati pendapatan perkapita tinggi. Atau kita melihat negara-negara peisisiran yang di topang oleh industri maritim sehingga memiliki ekonomi yang kuat di antaranya Norwegia, Korea Selatan, Belanda dan Jerman.

Indonesiapun perna meraih kejayaan tersebut dan kebudayaan maritim melakat dengan masyarakat nusantara. Beberapa catatan sejarah, artefek, peninggalan sejarah, serta bahasa dan jejak kebudayaan Bangsa Nusantara yang menyebar dari Madagaskar di lautan hindia hingga ke Hawai dan Marquesas di Lautan Pasifik. Bahkan kejayaan kerajaan pesisiran seperti Sriwijaya dan Majapahit pernah berjaya. Kejayaan pesisir dilanjutkan oleh kerajaan-kerajaan kesultanan seperti Demak, Banten, Cirobon, Samudra Pasai, Makasar, Buton, Ternate TIdore, Hitu, Huamual, dll.

Peran laut sebagai wigh way, selain untuk tujuan perdagangan, pada abad ke 17-19, armada yang kuat dari penjajah eropa (seperti VOC) mampu menaklukan negera-negara lain. Pengiriman pasukan menggunakan kapal-kapal perang terbukti lebih effekti dari pasukan berkuda/pasukan kavaleri. Pemerintah Hindia Belanda mengadakan armada pelayaan Hongi untuk mengukuhkan monopoli perdagangan rempah dan melumpuhkan kekuasaan dan perekonomian rakyat di kesultanan di kepulauan Maluku.

Jaluar Perdagangan Dunia, Kepulauan Maluku pernah menjadi transetter maritim sebagai jalur perdagangan sejak abad ke 7. launtnya menjadi jalur perdagangan yang digunakan oleh pedagang India, Cina dan Arab. Hingga kini kepulauan Maluku dan perairan nusantara tetap menjadi jalur perdagangan dan urat nadi pertumbuhan ekonomi kawasan Asia-Pasifik. Diramalkan negara-negara kawasan cekungan pasifik akan mengalami peningkatan impor minyak dan gas sebesar 43% hingga 2020. Cina dan Amerika menjadi pengimpor terbesar. Timur tengah menjadi sumber penyimpang cadang minyak terbesar dunia (sekitar 70%). kegiatan perdagangan dipastikan melewati perairan nusantara.

Industri Maritim, Peluang ini dapat optimalkan oleh Indonesia terutama Maluku dapat memanfaatkan pulau-pulaunya menjadi pusat pengembangan Industri Maritim. Industri jasa maritim yang dapat dikembangkan antara lain docking, perawatan dan perbaikan kapal, modifikasi kapal/anjungan lepas pantai, suplai logistik bagi perdagangan dan kargo internasional, atau bahkan kerjasama relokasi industri maritim/perkapalan dunia.

Sumber energi, Perairan di Maluku ditengarai memiliki cadangan minyak lepas pantai, seperti di Laut Arafura dan Laut Seram. selain itu, sumber energi lainnya adalah "Hidrat Gas" yang sedang diteliti yang baru saja ditemukan dan sedang intensif diteliti sebagai cadangan energi beku pada laut dalam. Gas yang terperangkap dalam hidrat, 1 meter kobiknya hidrat jenuh sama dengan 189 meter kobik standar gas metana yang bila melele mengelembung menjadi 189 kali. Artinya, kedepan Hidrat Gas berpotensi menjadi bahan bakar. Laut banda yang memiliki kedalaman mencapai 7,440 m dengan sebaran gunung berapinya berpeluang terdapat Hidrat Gas. Selian itu, sumber energi juga masih bisa mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Air Pasang, Tenaga Ombak, Tenaga Konversi Panas Laut (OTEC), Tenaga Arus Laut, Tenaga Angin laut, Tenaga Gradien Kadar Garam.

Pariwisata, Taman laut Banda memiliki sekitar 400 spesis biota laut yang tak pernah ada di pojok dunia manapun, laut Karibia yang memiliki daya tarik penyelam sedunia hanya memiliki tidak lebih dari 20 spesis biota laut. Dari beberapa sumber yang ditelususri oleh penulis, taman laut banda tidak masuk nominasi lokasi penyelaman terbaik. sumber Peringkat Lokasi penyelaman terbaik se-Indonesia”. Ada 16 lokasi penyelaman terbaik di Indonesia, sayangnya Cagar Alam dan Taman Laut Banda tak ada di daftar tersebut. http://www.travel-zhamela.com/2009/10/peringkat-lokasi-penyelaman-indonesia.html.

Beberapa penyelam dunia dalam beberapa referensi mengatakan taman laut banda seperti surga yang turun ke bumi. namun Taman dan laut Banda justru jauh dari sentuhan peemerintah. sekilas membandingkan dengan wisata laut yang dilakukan di California hanya menjual tontonan migrasi ikan paus melalaui Monterey Bay, begitupula dengan Hawai. semuanya berimplikasi pada pengembangan ekonomi masyarakat sekitarnya dan pemerintah mendapan income pajak yang lebih varian. Seperti negara kepulauan Seychellas yang amat kecil disebelah timur laut Madagaskar, 70% perdapatan nasionalnya berasal dari pariwisata bahari. Bagaimana dengan pengembangan Banda yang terkenal eksotis taman lautnya dan Potensi Sumberdaya Perikanan dan Kelautannnya.

Sail Banda 2010 sebagai ajang promosi pariwisata dan potensi maritm di Maluku. walaupun hanya sekedar prosesi serimonial, namum diharapkan mampu memberi arti penting akan keinginann membangunan kejayaan Maluku. Terlepas dari berbagai hambatan termasuk keterbatasan anggaran, Pemerintah daerah Maluku harus membuktikan dirinya melaksakana even seperti ini. Apalagi ada agenda besar untuk menjadikan Propinsi Kepulauan. sehingga even ini menjadi triger dan batu loncatan untuk membentuk propoinsi kepulauan dengan visi Pembangunan "Maritim Terpadu".

Keterbatasan anggaran menjadi pelajaran berharga. Pemerintah daerah dituntut memainkan peran politik anggarannya dengan pemerintah pusat dan legislatifnya, monuver loby diinisiasi sejak perencanaan kegiatan. Sail Banda 2010 juga menjadi ajang taruhan dan ujian kemampuan pemerintah daerah dalam merekrut sponsorship dari swasta.
semoga terlaksana dan sukses even SAIL BANDA 2010.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar